Keimanan? Bisa Diukur?
Keimanan
merupakan suatu hal yang dasar untuk dimiliki tiap umat beragama, terkhusus
agama Islam. Setiap individu memiliki tingkat keimanan yang berbeda. Apakah
tingkat keimanan seseorang dapat diukur? Jika dapat, bagaimana cara
mengukurnya? Apakah dengan kita melaksanakan ibadah wajib setiap hari berjamaah
di masjid dapat dikatakan bahwa tingkat keimanan kita sudah tinggi? Lalu
bagaimana? Keimanan bisa bertambah dan berkurang sehingga yang bisa mengukurnya
adalah diri sendiri. Seseorang akan merasa keimanan berkurang ketika berbuat
maksiat sedangkan bertambah ketika melaksanakan perintah-Nya.
Dalilnya
adalah firman Allah Ta’ala :
“maka
perkataan itu menambah keimanan mereka” (Ali Imran :173)
“supaya
keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)” (Al
Fath:4)
Nabi
Shalallahu ‘alihi wa sallam bersabda :
“akan
keluar dari neraka, orang yang mengucapkan, ‘Laa Ilaaha Illaahu (Tidak ada
tuhan yang berhak disembah selain Allah) ‘, dan di dalam hatinya terdapat
kebaikan seberat biji sawi”
Dari
dalil di atas kita dapat menyimpulkan bahwa keimanan itu bertingkat-tingkat.
Keimanan dapat bertambah maupun berkurang berdasarkan apa yang kita lakukan.
Keimanan
seseorang memang dapat berubah. Tergantung terhadap apa yang kita lakukan.
Apabila kita melakukan ketaatan maka keimanan kita meningkat, sedangkan apabila
kita melakukan kemaksiatan maka keimanan kita menurun. Semua kembali kepada
diri masing-masing. Apakah kita akan meningkatkan keimanan kita atau malah
menurunkan tingkat keimanan. Tingkat keimanan dapat berubah kapan saja. Agar
keimanan kita meningkat supaya tidak sekedar menetap segitu-segitu saja, kita
bisa ikut kajian yang hampir setiap hari ada di sekitar kita. Malas gerak alias
mager? Bisa kita mengikuti kajian
lewat media daring, seperti Youtube. Zaman sekarang ngga ada alasan lagi untuk males-malesan, yang terpenting adalah
niat dan kemauan.
Umat islam sendiri
memiliki enam keimanan yang harus diyakini (rukun). Iman kepada Allah, iman
kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab, iman kepada rasul, iman kepada hari
akhir, dan iman kepada qada’dan qadar. Dari keenam iman tersebut sudahkah kita
meyakini keimanan tersebut? Mungkin beberapa dari kita sudah sangat yakin tapi,
apakah Anda sendiri sudah yakin? Hanya diri masing-masing yang tahu.
Referensi diambil dari modul PAI(uny.ac.id)